Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-20 08:42:57【Sehat】976 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(51)
Artikel Terkait
- Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI
- Pemerintah tegaskan AS ngak larang impor udang dan cengkeh asal RI
- BPOM lakukan evaluasi cegah komoditas terpapar radioaktif dikonsumsi
- IDAI serukan pemetaan dampak perubahan lingkungan bagi kesehatan anak
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- BGN konsolidasikan daerah perkuat tata kelola makanan bergizi
- IDAI serukan pemetaan dampak perubahan lingkungan bagi kesehatan anak
- Gula pasir bukan satu
- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggal dunia
- Ahli gizi sebut zat besi penting bagi peningkatan performa olahraga
Resep Populer
Rekomendasi

Menteri PU tinjau pembangunan floodway atasi banjir di Medan

Bupati Banyumas: Gebyar Pendidikan Non

Pemkot Madiun minta setiap SPPG miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Nol kasus, IFSR: Solo catat prestasi terbaik Program MBG di Jateng

SPPG Polres Grobogan percontohan dapur bergizi berstandar tinggi

PBB alokasikan dana tambahan untuk dukung operasi kemanusiaan di Gaza

Dietisien rekomendasikan konsumsi jus buah cukup satu gelas per hari

BSI: Pembiayaan yang disalurkan ke UMKM sudah capai Rp52,01 triliun